Balikpapan, kota Minyak
Kepergian saya kali ini bersama LSM lingkungan hidup, Kementrian kehutanan, Pertamina Foundation dan didukung oleh Garuda Indonesia dengan Misi melestarikan tanaman Mangrove atau Go Green.
Pertama kali mendarat di bandara sepinggan balikpapan, yang terlintas dalam pikiran saya adalah sebuah bandara yang teratur dan tertata rapi. Ketika memasuki kota balikpapan, jelas terlihat sebuah kota khas ladang Migas yang maju dengan adanya kilang kilang minyak di pinggir laut, pusat perbelanjaan yang lengkap, hotel bintang 5, restaurant mewah di pinggir laut, sampai cafe dan pub di malam hari.Rasanya sudah layak disebut kota tujuan MICE.
Kegiatan kami di Balikpapan adalah dalam rangka mendukung program CSR dari Pertamina untuk lingkungan hidup khususnya dalam hal pelestarian tanaman Mangrove. Mengingat Pertamina adalah salah satu perusahaan Migas yang memiliki kepentingan di kota Balikpapan. Kegiatan ini juga dalam rangka memberikan pendidikan kepada murid murid sekolah Balikpapan untuk menanamkan kesadaran mencintai Lingkungan hidup. Dihadiri oleh Bapak Mentri Kehutanan, Dirjen Kehutanan, perwakilan Pertamina Foundation, melakukan penanaman Mangrove secara simbolik. Kegiatan ini maka disebut JELAJAH MANGROVE.
Meskipun bukan kota tujuan wisata, tapi kegiatan Jelajah Mangrove cukup memberikan keunikan tersendiri bagi para pendatang. Apalagi sekarang sudah dilengkapi dengan adanya water park.
Satu hal yang tidak boleh dilewati di kota Balikpapan adalah mengunjungi pasar Kebun Sayur, disini kita akan mendapati batu batu perhiasan mulai dari yang harga Rp 60.000,00 sampai puluhan juta seperti berlian. Makan malam dengan menu seafood pun menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan di kota ini yang menambah keistimewaan kunjungan ke Balikpapan. Maka kepiting kenari menjadi kuliner khas dari kota ini yang dapat dijadikan oleh oleh.
Balikpapan, salah satu aset Indonesia yang harus dijaga kesinambungannya
luar biasa..........tp jngan cuma di balik papa2n saja yang diperhatikan...tp daerah yang tidak menghasilkan kekayaan harus juga diperhatikan....
BalasHapusKmaren Q pergi ke kalimantan yang mana disana terkenal dengan batu baranya...sipemilik usaha batu bara ini sangat merakyat dan mau berbagi dengan tetangganya..beliau merasa berhutang budi dengan tetangganya, karena berkat tetangganya pula dia bisa meningkatkan usaha batu baranya. Oleh karenanya tetangga sekampungnya dipanggil dan dikumpulkan untuk ikut acara rutinan dan sekaligus pemberian info terhangat dan bahagia. sangat tidak mungkin bagi pengusaha2 lain yang rela berkorban seperti beliau...beliau memberikan bantuan kepada tetangganya sekampung dalam rangka tanda terima kasih beliau sama Allah penguasa alam yang telah memberikan sebagian kecil nikmatnya sehingga dia kaya raya..maka dari itu tetangga sekampungnya dinaikkan haji semuanya.Coba bayangkan sekampung dinaikkan haji, betapa besarnya sedekah yang ia lakukan. Begitu juga pertamina yang sudah terkenal di seluruh penjuru..kota balik papan termasuk omzet besar bagi pertamina..oleh karenanya bantulah mereka apa yang mereka impi2kan...terutama untuk menemui tuhannya...beri kelayakan untuk mereka. Karena Anda sudah diberi kelayakan menampung kekayaan d sana..............makasih.
BalasHapusterima kasih atas komentar nya, kegiatan ini terus dilakukan oleh LSM Lingkungan Hidup GNet dibawah asuhan Bpk Transtoto H.
BalasHapus